Selasa, 02 April 2013

RIDHA SUAMI

Kita terkadang merasa sebal mungkin pada suami kita, entah karena suatu hal yang sepela atau apa. tetapi tahukah bahwa sebenarnya ridha suami  itu adalah surga bagi para istri. mengapa? Yuk kita lihat dan baca!!
  1. suamimu dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa dia memilih mencintaimu yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidupmu,bahkan kadangkala rasa cintanya padamu lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri
  2. suamimu dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah ibunya hingga dia beranjak dewasa . namun sebelum dia mampu membalasnya dia telah bertekad menanggung nafkahmu , perempuan asing yang baru dikenalnya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahimseperti ayah ibunya.
  3. suamimu ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi kebutuhan anak anakmu serta dirimu. padahal dia tahu, di sisi Allah engkau harus dihormati tiga kali lebih besaroleh anak anakmu dibandingkan dirinya. namun tidak pernah sekalipun dia merasa iri, disebabkan dia mencintaimu dan beerharap engkau memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah
  4. suamimu berusaha menutupi maslahnya di hadapanmu dan berusaha menyelesaikannya sendiri. sedangkan engkau berbiasa mengadukan masalahmu pada dia dengan harapan dia mampu memberi solusi.  Padahal bisa saja di saat engkau mengadu itu, dia sedang memiliki masalah yang lebih besar. namun tetap saja maslahmu diutamakan dibandingkan masalah yang dihadapi sendiri.
  5. suamimu berusaha memahami bahasa diammu, bahasa tangisanmu. Sedangkan engkau kadang hanya mampu memahami bahasa verbalnya saja. itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.
  6. bila engkau melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggungjawab atas maksiatmu. namun bila dia bermaksiat, kamu tidak akan pernah di tuntut ke neraka Karena apa yang dilakukannya adalah hal hal yang harus dipertanggungjawabkannya sendiri...  

Senin, 28 November 2011

Tipe Pelapisan Penerima Informasi

  • Innovator (pembaharu) 2⅟2 Mereka yang gandrung pada perubahan dengan berani melakukan ujicoba yang penuh risiko. Golongan ini terbuka pada dunia luar, diterpa oleh media massa, serta memilki pengetahuan tehnis pada bidang bidang tertentu. Kadang kadang ia tidak cocok dengan lingkungannya sehingga berusaha untuk mengubahnya. Rata rata meereka tergolong berusia muda 
  • Early adopter (penerima dini) 13 ⅟2 Mereka yang pertama kali menerima ide ide baru dari pembaharu (innovator). Mereka adalah golongan yang berintegrasi dengan sistem sosial yang ada. Biasanya mereka menjadi tempat bertanya dan minta pertimbangan dari orang orang yang ada disekitarnya. 
  • Early majority (penerima mayoritas cepat) 34 % Mereka yang tergolong sebagai penerima pesan pesan atau ide ide baru sebelum rata rata anggota lainnya menerima ide tersebut. Mereka ini tidak tergolong kelompok pimpinnan, tetapi anggota biasa yang dekat dengan jaringan piumpinan yang menerima pembaharuan. Dialah yang menjadi penghubung antara penerima dini (early adopter) dengan penerima lambat (late adopter)
  • Late majority (penerima mayoritas terlambat) 34% Mereka yang menerima ide ide baru setelah rata rata anggota lainnya menerimanya lebih awal. Mereka menerima setelah melihat ide baru itu membawa keuntungan secara ekonomis atau setelah ia mendapat tekanan demi keamanan (safety) dirinya.  
  • Laggards (pengikut) 16% Mereka yang tergolong penerima terakhir dari sistem sosial yang ada. Mereka tidak punya pendapat dan berada di luar jaringan sposial namun masih dekat. Mereka menerima ide ide baru setelah rata rata orang di sekelilingnya memanfaatkan hasil ide ide baru itu. Cenderung konservatif, lambat dan tradisional.

Selasa, 16 Agustus 2011

VIOLENCE

as a major segment of the target audience of television viewers who belong to the important position is the category of children. This region is sometimes overlooked as one of the public are 'mandatory' we protect. Just as the law of mass communication which should sound public responsibility, including responsibility that children should have the public sphere that is safe, convenient, and responsible. But what happens is precisely this region narrowed or even virtually littered with stains are hidden in programs-programs that show violence, mystical, and others.

so that sometimes children are not well protected. Moreover, so many television programs that contain lots of violence and endangering children.To understand violence by Haryatmoko (2007:127) that there are three types of the world that is the real world, the fictional world and the virtual world. There are three forms of violence according to Noel Nel first hardness that is the document that is part of the world real or factual. The second is violence-fiction that shows ownership in the world that may exist, for example in fiction, movies, cartoons, comics, and advertisements. Third is the simulation of violence stemming from the virtual world of video games such as games, games on line.

Third violence more often conditioned by the symbolic violence. Symbolic violence occurs because of recognition and ignorance that dominated or organized. Actually, the logic of domination is able to walk because of the symbolic principle is known and accepted by both the master and controlled. Symbolic violence takes place because the system runs great information and media, whether consciously or unconsciously, to follow certain rules in the form of uniformity, mimetisme, demands immediate reporting on events, sensationalism and the full benefit of priority placement.
et's protect our children and save them from a variety of impressions that dangerous

Selasa, 09 Agustus 2011

I reallly love you

I feel angry love you
I sadly miss you
But I really love you

My love remains with you
I remained angry for you
I remain sad for you
But all the evidence of my love

Always and forever
until death take us both

Kamis, 02 Juni 2011

PUBLIC RELATIONS DAN MANAGEMEN KRISIS

Apa itu Krisis?
masa gawat atau saat genting, dimana situasi tersebut dapat merupakan titik baik atau sebaliknya. Oleh karena itu masa krisis adalah momen-momen tertentu. Apabila krisis ditangani dengan baik dan tepat waktu, momen mengarah pada situasi membaik, dan sebaliknya apabila tidak segera ditangani, krisis mengarah kepada situasi memburuk, bahkan dapat berakibat fatal (dikutip dari Soemirat, Soleh& Elvinaro Ardianto, 2007:182).

sumber krisis
1. bencana
2. kondisi darurat yang datang secara tiba-tiba atau suatu perkembangan kondisi darurat ini seperti sabotase produk perusahaan atau produk yang mengandung racun.
3. penanaman bom atau suatu pemogokan karyawan perusahaan.
4. rumor yang jelek tentang perusahaan atau produk
5. adanya letupan seperti boikot dari berbagai aktifitas (semacam LSM), permintaan pemerintah menarik produk (seperti penertiban produk obat belum lama ini), penculikan eksekutif perusahaan.(Lesly, 1993:25).

Empat tahap krisis (Fink dalam Kasali, Rhenald, 2007:225-230
1. Tahap prodromal
Tahap ini biasanya muncul dalam tiga bentuk yaitu:
a. jelas sekali
b. samar-samar
c. sama sekali tidak kelihatan
2. Tahap akut
inilah tahap ketika orang mengatakan ‘telah terjadi krisis’.
3. Tahap kronik
tahap ini sering disebut sebagai the clean up phase atau the
post mortem. Sering tahap ini disebut tahap recovery atau self
analysis.di dalam perusahaan tahap ini ditandai dengan
perubahan structural. Mungkin penggantian managemen,
mungkin penggantian pemilik, dan lain-lain
4.Tahap resolusi
adalah tahap penyembuhan.

Peran media massa sebagai agen sosialisasi dan kemungkinan munculnya potensial desocializing

George Herbert Mead berpendapat bahwa sosialisasi yang dilalui seseorang dapat dibedakan melalui tahap-tahap sebagai berikut: (wikipedia)

Tahap persiapan

tahap ini dialami sejak manusia dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal dunia sosialnya , termasuk untuk memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap ini juga anak-anak mulai melakukan kegiatan meniru meski tidak sempurna.

Tahap meniru

Tahap ini ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa . Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang anma diri dan siapa nama orang tuanya, kakaknya, dan sebagainya. Anak mulai menyadari tentang apa yang dilakukan seorang ibu dan apa yang diharapkan seorang ibu dari anak. Dengan kata lain, kemampuan untuk menempatkan diri pada posisi orang lain juga mulai terbentuk pada tahap ini. Kesadaran bahwa dunia sosial manusia berisikan banyak orang telah mulai terbentuk. Sebagian dari orang tersebut merupakan orang-orang yang dianggap penting bagi pembentukan dan bertahannya diri, yakni dari mana anak menyerap norma dan nilai . Bagi seorang anak, orang-orang ini disebut orang-orang yang amat berarti (Significant other)

Tahap siap bertindak

Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain secara bersama-sama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk membela keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya . Pada tahap ini lawan berinteraksi semakin banyak dan hubunganya semakin kompleks. Individu mulai berhubungan dengan teman-teman sebaya di luar rumah. Peraturan-peraturan yang berlaku di luar keluarganya secara bertahap juga mulai dipahami. Bersamaan dengan itu, anak mulai menyadari bahwa ada norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya

Tahap norma kolektif

Pada tahap ini seseorang telah dianggap dewasa. Dia sudah dapat menempatkan dirinya pada posisi masyarakat secara luas. Dengan kata lain, ia dapat bertenggang rasa tidak hanya dengan orang-orang yang berinteraksi dengannya tapi juga dengan masyarakat luas. Manusia dewasa menyadari pentingnya peraturan, kemampuan bekerja sama--bahkan dengan orang lain yang tidak dikenalnya-- secara mantap. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti sepenuhnya.

Media berperan dalam Potensial desocializing

...baca kembali buku Komunikasi Massa UT.
Potensial desocializing adalah Tantangan dan gangguan (challenge and disturbing) terhadap penataan nilai-nilai yang dilakukan oleh orangtua, pendidik, dan agen agen sosial control lainnya.contoh adalah kekahawatiran:
1. Banyak contoh bahwa media menyampaikan hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang diajarkan orangtua pendidik dan nilai nilai agama.
Misal: sopan santun, cara berpakaian, dll.
2. Para guru umumnya mengkhawatirkan bahwa media massa merupakan ancaman terhadap nilai-nilai tradisional karena disebabkan nilai-nilai isi media secara langsung atau tidak langsung tidak sejalan dengan yang diajarkan di sekolah.

Media massa dianggap bertanggungjawab pada lima gejala (menurut Dell Fleur)

Membuat selera budaya masyarakat rendah
Menaikkan tingkat kenakalan
Ikut menyumbang kerusakan moral secara umum.
Menjinakkan massa untuk kepentingan politik
Menekan kreatifitas

Rabu, 13 April 2011

DOA SEORANG TKI

Aku tahu aku perempuan...
Aku masih terasa belum usai
melepas penatku dari timbunan pekerjaan.
Harapan gaji kuterima tuk bungkam
kekurangan biayaku demi keluarga ini.
Aku tahu aku perempuan.
Tak mungkin aku berhenti tak mungkin aku ahh.
Legalitas persyaratan prosedur apalah artinya.
Itu harus kulalui kupikul demi keluarga ini.
Aku tahu aku perempuan....
Suamiku tiada kerja anak tiada daya,asa pun tak jua tegap,
tapi aku pun harus tetap berdaya.
Tak peduli orang mencerca.
Tak peduli lekang panas diatas derita.
Aku tahu aku perempuan....
Aku harus tetap angkat mereka.
Dari jeratan hutang dari cengkeraman kemiskinan.
Siapa lagi kalau bukan aku perempuan....
Perempuan yang tidak boleh hanya berkubang tetapi harus tetap berenang.
Sekalipun payah kurasa nantinya di negeri orang.
Tetapi doa tetap terpanjat ditengah gelisah mendera.
Berita siksaan,berita kematian,berita kekerasan pada para pekerja di negeri orang,
semoga tiada menimpa,
diriku yang tabu menetes airmata,
tapi mampu menahan derita,
hingga semua asa benderang.....